Iraw Tengkayu Diadakan Oktober

TARAKAN, realitas9.com – Pesta adat budaya bertajuk Iraw Tengkayu yang biasanya dilaksanakan pada bulan Desember, tahun ini dimajukan Oktober 2022. Dimana kegiatan yang telah masuk dalam agenda nasional 100 Kharisma Event Nusantara ini, nantinya akan mendapatkan bantuan berupa panggung hiburan dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Tarakan, Agustina mengatakan, persiapan Iraw Tengkayu sudah pada tahap menyusun SK kepanitiaan. Lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan dilibatkan, dengan acara yang cukup besar.

Selain itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Kormi), serta pengurus paguyuban yang ada di Tarakan. Dan “untuk pelarungan Padaw Tujuh Dulung dilakukan pada 8 Oktober, dan parade budaya, sehari sebelumnya atau 7 Oktober 2022. Untuk parade budaya seperti biasa, start dari depan Bandara Juwata, finis di Stadion Datu Adil. Rombongan Padaw Tujuh Dulung sampai ke Amal Lama,” ujar Agustina.

Dimajukannya pesta budaya ini, sudah mendapatkan restu dari para tokoh adat Tidung. Karena peralihan event dari Desember ke Oktober sudah melalui rapat koordinasi secara intens. Sedangkan untuk jumlah penari massal terjadi pengurangan, mengingat saat ini masih dalam pandemi Covid-19.

 

Datu Norbeck tokoh masyarakat yang juga budayawan Tidung

 

Sementara Datu Norbeck tokoh masyarakat yang juga budayawan Tidung Menurutnya, 8 Oktober merupakan momen pengesahan Undang-Undang Tarakan menjadi Kotamadya. Maka Pengalihan jadwal pelaksanaan Iraw Tengkayu dari bulan Desember ke Oktober tidak lepas dari sejarah terbentuknya Kota Tarakan.

“Jadi untuk Iraw Tengkayu secara tradisi itu ada hitungan tanggal tersendiri, adapun Iraw Tengkayu dalam konteks yang kita bicarakan ini, itu diselenggarakan dalam rangka perayaan peringatan HUT Kota Tarakan yaitu 15 Desember. Sehingga Iraw Tengkayu ya tidak harus pas 15 Desember,” terangnya, Rabu (24/8/2022).

Lebih lanjut dikatakan Datu Norbeck, peralihan perayaan ke Oktober ada beberapa pertimbangan. Pertama, jika dilaksanakan pada Desember maka Pemkot Tarakan agak repot dalam membuat pertanggungjawabannya, karena mepet akhir tahun. Kedua, saat akan mengundang pejabat daerah tetangga se-Kalimantan Utara untuk hadir, seluruhnya sedang repot untuk akhir tahun.

Terkait Iraw Tengkayu pada 8 Oktober nanti dalam perhitungan tradisional air pasang, karena ada hitungan air yang dipakai dalam proses penurunan Padaw Tujuh Dulung.“Jadi pas tengah hari itu air surut, dan tanggal 8 Oktober itupun pas dengan jadwal air, biasanya penurunan Padaw Tujuh Dulung dimulai lepas Dzuhur,” ucapnya.

Dan untuk persiapan Penari massal kita kurangi. Jika biasanya 200 orang, nanti tinggal 150 orang. Mereka ini sudah latihan selama sebulan terakhir. Sebenarnya kalau tujuan wisata itu kita memperkenalkan adat dan budaya, supaya ada kunjungan wisata dan ini sangat diperlukan. Salah satu daya tarik Tarakan adalah Iraw Tengkayu ini,” paparnya.

Untuk pembuatan Padaw Tujuh Dulung oleh budayawan sekaligus tokoh adat Tidung, Datu Norbeck, yang biasanya dimulai sebulan sebelum pelaksanaan. Jika sebelumnya Iraw Tengkayu masuk dalam Calender of Event di Kementerian Pariwisata, kali ini akan masuk dalam kalender 100 Kharisma Event Nusantara. (red)

Related posts