Syarwani Sebut, Inflasi Akan Terus Ditekan

BULUNGAN, realitas9.com – Bupati Bulungan, Syarwani bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Forkopimda, mengikuti Rakor Pengendalian Inflasi Daerah (PID) secara virtual, bertempat di ruang rapat Bupati Bulungan, Senin (7/11/22).

Rapat tersebut, dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. 

Dalam rakor tersebut, Bupati Syarwani memaparkan bahhwa, Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan, pada bulan Oktober 2022, inflasi Kota Tanjung Selor tercatat sebesar 9,11 Persen, inflasi di tanjung Selor ini jauh lebih tinggi dibandingkan daerah lain di Indonesia.

” Mengenai tingginya kondisi inflasi di tanjung Selor, ada beberapa kontributor penyumbang inflasi salah satunya angkutan udara, satu-satunya akses transportasi udara di Tanjung Selor, hanya ada satu maskapai dengan satu kali jadwal penerbangan setiap harinya, sehingga ini sangat berpengaruh terhadap pemenuhan ketika ada permintaan yang tinggi, demikian juga dengan harga tiket yang tinggi, ” papar Syarwani kepada Mendagri Tito.

Syarwani juga menyampaikan, dampak Bahan Bakar Minyak (BBM) juga menjadi pengaruh tingginya inflasi di tanjung Selor, demikian pula kebutuhan rumah tangga seperti cabe rawit, dan minyak goreng.

” Dari hasil identifikasi, yang paling memberikan andil dan pengaruh yang sangat Besar terhadap penyumbang inflasi secara keseluruhan yang berkaitan dengan alur distribusi barang yang masuk ke wilayah kota tanjung Selor, ” jelas Syarwani.

Akses hari ini untuk transportasi darat dari Tanjung Redeb, Kalimantan Timur menuju Tanjung Selor Kalimantan Utara, jalan tersebut sedang ada proses pembangunan jalan, sehingga beberapa hari yang lalu dengan di bulan Oktober, ketika curah hujan yang tinggi membuat sedikit menghambat proses transportasi masuknya barang-barang yang dibutuhkan melawati akses jalan antara Kaltim dan Kaltara.

” Kami mohon dukungan Mendagri kepada Direktorat Jendral Bina Marga Melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional, dalam rangka percepatan penyelesaian Peningkatan jalan nasional yang menghubungkann dari Kaltim dan Kaltara khususnya wilayah dari Kabupaten Berau ke Kabupaten Bulungan, inilah yang menjadi faktor sangat berpengaruh terhadap alur distribusi barang yang masuk ke wilayah kota tanjung selor, ” ujar Syarwani.

Selain itu, Syarwani juga memaparkan, transportasi air khusususnya melintasi sungai, juga menjadi pertimbangan bagi pengusaha transportir, yang menggunakan kapal laut, dengan kondisi sungai Kayan yang memang cukup tinggi sedimentasinya.

” sehingga faktanya saat ini, bahwa relatif hanya ada satu kapal yang masuk ke wilayah tanjung selor, dimana itu juga sangat membutuhkan waktu yang lama, ketika ada kapal yang membawa barang dari Surabaya itu juga harus masuk ke wilayah kabupaten Malinau, Ke Kabupaten Tana Tidung, baru masuk ke wilayah Kabupaten Bulungan, ini yang menjadi kerawanan pasokan pangan atau barang tersebut,” ujar Syarwani.

Syarwani juga mengatakan bahwa kabupaten bulungan juga telah melakukan beberapa langkah dalam upaya menekan terjadinya inflasi di tanjung selor, yakni menyangkut keterjangkauan harga bulungan telah melakukan intervensi dengan berbagai macam kegiatan diantaranya dengan melakukan operasi pasar.

” Bulungan juga telah melakukan tiap minggunya event tebu kayan disitu juga memberikan ruang pasar murah bagi komuditas pangan yang dihasilkan oleh para petani, Pemda Bulungan juga terus berupaya untuk memastikan ketersediaan pasokan walupuan saat ini kita sangat tergantung dari sisi transportasi darat antara Kaltim dan Kaltara,” ujar Syarwani.

Syarwani juga mengatakan Pemda Bulungan juga terus melakukan upaya kelancaran distribusi dan melakukan komunikasi yang efektif dengan pemanfaatan instrumen keuangan.

” Demikian pula kegiatan interpensi pada bidang keuangan, bahwa penerima BLT sebagai konspensasi BBM di kabupaten bulungan yang sudah dilaksanakan dengan jumlah 5.482 KPM dengan anggaran sebesar 2,7 miliar, PKH sebesar 6,2 miliar, BLT dari Dana Desa denggan anggaran sebesar 25,3 miliar yang telah terealisasi sebesar 23,9 miliar, demikian pula bantuan melalui BTT sebesar 6,1 miliar, ” tuntas Syarwani. (#9).

Related posts