Syarwani Minta Libatkan Masyarakat Dengan Membentuk Koperasi Plasma

BULUNGAN, realitas9.co – Bupati Bulungan Syarwani menyatakan dalam kegiatan perkebunan terdapat 20 perusahaan kebun di Kabupaten Bulungan dan 7 Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) yang menghasilkan Crude Palm Oil (CPO) dengan kapasitas 26.000 ton per bulannya.

” seluruh perusahaan Kebun di Bulungan pasti memilki koperasi plasma, karena Persyaratan terbitnya sertifikasi HGU menjadi modal utama perusahaan kebun adalah dengan melibatkan partisipasi masyarakat di sekitar kebun dengan bentuk koperasi plasma,” jelas Syarwani saat membuka secara resmi Pelatihan Manajerial pengurus, Pengawas, koperasi produsen binaan mitra Gawi Plantation Kabupaten Bulungan, di Hotel Pangeran Khar, Selasa, (7/3/23).

hubungan plasma dengan pemilik kebun menjadi jembatan atau wadah besar bagi kepentingan masyarakat yang berada di wilayah kebun dan menjadi bagian tanggung jawab perusahaan kebun tersebut.

” Diharapkan kepada Para pengurus koperasi plasma, dibutuhkan kerja sama yang baik, dalam tata kelola koperasi plasma, karena dibutuhkan kemampuan manajerial dan sebuah kemampuan akuntansi, ” ujar Syarwani.

Disebutkan Syarwani, bahwa PT Gawi Plantation di bulungan memiliki 4 mitra kerja koperasi plasma binaan gawi plantation yaitu koperasi pengum tawai di mana wilayahnya ada di kecamatan peso, koperasi pekua tawai ada di wilayah kecamatan peso hilir, koperasi maju bersama di wilayah tanjung palas barat dan koperasi bangun bersama di wilayah kecamatan tanjung palas.

” Untuk itu mari kita jadikan 4 koperasi plasma di Kabuaten Bulungan sebagai pilot projek maju di Kabuaten Bulungan ini,” ujar Syarwani

peningkatan kapasitas para pengurus dan pengawas koperasi plasma sangat penting untuk ditingkatkan, Syarwani berharap melalui kegiatan itu, untuk dapat memanfaat kan forum pelatihan ini sebaik-baiknya.

” Karena tugas pengurus koperasi menjadi tugas tanggung jawab bagi masyarakat yang berada didala. koperasi plasma, saya mengajak kepada kita semua untuk bersama-sama membangun sinergi dengan Gawi grup, saya harap para jajaran koperasi plasma tidak saling berhadapan tapi saling berdampingan, dengan menyatukan presepsi bersama-sama,” ujar Syarwani.

Syarwanj juga meminta kepada Disprindgakop Bulungan, untuk mengawal Rapat Anggota Tahunan (RAT), karena banyak koperasi yang tumbuh dan berkembang tapi tidak berkembang dan tidak ada pembinaan sehingga dapat dilakukan pemetaan ulang, dan pembinaan yang baik, diharapkan Disprindagkop dapat menginventarisasi, mengevaluasi ulang koperasi yang ada di Bulungan mana yang aktif dan mana yang tidak aktif.

” Untuk saat Jumlah Koperasi di Bulungan sebanyak 220, yang aktif sebanyak 158 koperasi, yang tidak aktif sebanyak 62 koperasi, demikian pula pertanggal 3 maret 2023, sebanyak 1.966 UMKM yang memiliki izin usaha yang telah di terbitkan melaui PTSP Bulungan,” tuntas Syarwani. (R9).

Related posts