Syarwani Beberkan Data Ke Kabinda Kaltara Baru

BULUNGAN, realitas9.com – Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Binda) Provinsi Kaltara, Marsekal Pertama TNI Aminul Hakim dalam kunjungan perkenalan diri ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, mendapatkan sambutan yang hangat dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bulungan.

Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan beberapa hal terkait kondisi Kabupaten Bulungan kepada Kabinda Kaltara yang baru. Di mana Kabupaten Bulungan merupakan induk semua dari daerah yang ada di Bulungan, di antaranya tahun 1997 lahir Kota Tarakan, tahun 2000 ada 2 kabupaten dimekarkan yakni Kabupaten Nunukan dan Malinau serta tahun 2007 lahir Kabupaten Tana Tidung.

“Setelah lahirnya Provinsi Kaltara di tahun 2012 lalu, wilayah Kabupaten Bulungan hanya tersisa 13 ribu kilometer persegi. Tahun 2021 jumlah penduduk Bulungan mencapai 151.844 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk 2,93 persen dan usia produktif 69,84 persen,” ucapnya kepada, Selasa 16 Agustus 2022.

Kemudian kondisi umum seperti tingkat partisipasi angkatan kerja mencapai 68,6 persen, dengan sektor pertanian sekitar 34,8 persen, industri sebesar 18,4 persen. Lalu persentase penduduk miskin di Bulungan mencapai 10,3 persen dari total 151.844 jiwa penduduk Bulungan.  Dan “Pertumbuhan ekonomi di Bulungan mencapai 4,78 persen dan indeks pembangunan manusia mencapai 71,8 persen,” bebernya.

Dirinya juga menjabarkan terkait pembangunan proyek strategis nasional (PSN) berupa Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Hal itu sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, dengan luasan 10.153 hektare.

“Ini telah berkesesuaian dengan Tata Ruang Kabupaten Bulungan yang telah dilakukan review atau perubahan pada tahun 2021 lalu melalui Perda Nomor 1 Tahun 2021,” jelasnya.

Kemudian PSN yang tengah berjalan lainnya yakni pembangunan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) yang ada di hulu Sungai Kayan Kecamatan Peso dengan potensi 9 ribu megawatt. Ini merupakan support utama dalam pembangunan KIPI dan untuk dukungan ke pembangunan Ibukota Negara Nusantara di Provinsi Kalimantan Timur.

“Kami juga mengembangkan kawasan pangan di kawasan Delta Kayan seluas 50 ribu hektare. Food Estate ini juga disiapkan untuk mendukung KIPI dan IKN,” paparnya.

Supaya tidak ada warga Bulungan yang hanya menjadi penonton dengan hadirnya PSN ini, Pemkab Bulungan telah menyiapkan untuk membentuk kapasitas sumber daya manusia (SDM) Bulungan. “Anak-anak kita support dengan menhadirkan vokasi berupa belajar bahasa mandarin,” pungkasnya. (*)

Related posts