Sambut Pemilu Serentak 2024, Kesbangpol Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik

BULUNGAN, realitas9.com – Pemungutan suara Pemilu Serentak dijadwalkan pada 14 Februari 2024. Sisa waktu tahapan pemilu sekitar 1 tahun 4 bulan tersebut dimanfaatkan antara lain dengan kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik yang diselenggarakan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Bulungan di Ruang Serbaguna Lantai II Kantor Bupati pada Senin (19/9). Bupati Bulungan melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H Jamaluddin Saleh, S.Pd menjelaskan, kesuksesan Pemilu ditandai antara lain dengan meningkatnya jumlah masyarakat yang memiliki hak pilih untuk memberikan suaranya.

“Kegiatan sosialisasi ini merupakan momen yang tepat untuk menginformasikan seluas-luasnya kepada masyarakat,” ucapnya dalam kegiatan yang mengusung tema Peningkatan Partisipasi Masyarakat dalam Menghadapi Pemilu Serentak Tahun 2024. Dijelaskan, tahapan-tahapan Pemilu 2022 saat ini sudah berjalan. Lalu dalam waktu sekitar 1 tahun 4 bulan lagi seluruh Warga Negara Republik Indonesia, yang telah memiliki hak pilih dapat memberikan suaranya dalam Pemilu serentak 2024.

Sosialisasi diharapkan dapat menjangkau para pemilih pemula di Kabupaten Bulungan, yaitu Warga Negara Indonesia (WNI) yang pada hari pemilihan atau pemungutan suara adalah WNI yang sudah genap berusia 17 tahun dan atau lebih. Atau sudah/pernah nikah yang mempunyai hak pilih, dan sebelumnya belum termasuk pemilih.

Disebutkan, pemilih pemula biasanya memiliki karakter yang berbeda dengan pemilih yang sudah terlibat pemilu periode sebelumnya. yaitu belum pernah memilih atau melakukan penentuan suara di dalam TPS (Tempat Pemungutan Suara), belum memiliki pengalaman memilih, memiliki antusias yang tinggi serta pemilih muda yang masih penuh gejolak dan semangat, dan apabila tidak dikendalikan akan memiliki efek terhadap konflik-konflik sosial di dalam Pemilu.

“Pemilih pemula yang disebut generasi milenial dan generasi Z ini menjadi sasaran peserta Pemilu mendatang,” tandasnya. Jika berkaca pada Pemilu serentak 2019, data dari KPU menunjukkan, jumlah pemilih muda sudah mencapai 70 juta sampai 80 juta jiwa dari 193 juta pemilih. Ini artinya 35 persen sampai 40 persen pemilih muda sudah mempunyai kekuatan dan memiliki pengaruh besar terhadap hasil pemilu yang nantinya berpengaruh kepada kemajuan bangsa. Tapi persoalan lain yang bisa terjadi pada keikutsertaan para pemilih muda dalam pesta demokrasi itu, mereka juga bisa berpeluang menjadi penyumbang “golput” dalam Pemilu 2024.

“Saya berpesan, agar kegiatan sosialisasi ini dapat menjangkau sebanyak-banyaknya para pemilih pemula serta calon pemilih pemula di Kabupaten Bulungan,” ujarnya. Hal lain yang tidak kalah penting, yaitu semua pihak dapat bersama-sama menjaga situasi yang kondusif agar Pemilu serentak 2024 dapat berjalan dengan baik, lancar, aman serta damai khususnya di Kabupaten Bulungan. (red/9)

Related posts