Resmikan Ekowisata Air Terjun Lutung, Syarwani Berkemah di Area Air Terjun Lutung

Bupati Bulungan Syarwani, S. Pd

BULUNGAN, realitas9.com – Air Terjun merupakan salah satu potensi alam yang dapat memberikan manfaat bagi masyarkat sekitar kawasan hutan dalam proses pertumbuhan ekonomi melalui pengelolaan yang terarah, tak kalah penting budaya masyarakat setempat menjadi pendukung dalam keberlangsungan potensi ini.

Nah, di Kabupaten Bulungan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) ternyata menyimpan keindahan ekowisata alam air Terjun Lutung.

Ekowisata Air Terjun Lutung ini, berlokasi di dalam Desa Long Peso Kecamatan Peso, Kabupaten Bulungan, tepatnya pada areal izin Perhutanan Sosial Hutan Desa (HD) Long Peso, melaui pendampingan UPTD KPH Bulungan sebagai pemangku kawasan, Air Terjun Lutung ini dikelola oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Long Peso yang telah membentuk Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Ekowisata.

Ekowisata alam ini menawarkan keindahan yang dapat memanjakan mata. Wisatawan yang datang bisa menikmati sensasi air terjun dan menjadikannya sebagai spot foto untuk melengkapi momen liburan bersama keluarga atau kerabat.

Usai meresmikan Ekowisata Air Terjun Lutung, pada Sabtu, (11/2/23). merasa terpikat dengan Keindahan air terjun Lutung. Bupati Bulungan Syarwani berkemah bersama di Camp Area air terjun Lutung.

“kami sengaja bermalam lokasi air terjun Lutung ini, karena kami ingin menikmati suasan di air terjun Lutung ini, demikian juga ini bagian dari pada untuk mendiskusikan, sekaligus menggali potensi potensi yang ada dikecamatan peso, terkait dengan ekowisata air terjun Lutung ini,” ungkap Syarwani.

Gemuruh air terjun Lutung yang ketinggiannya mencapai 25 meter itu menawarkan suasana yang sangat alami. Dikatakan Syarwani Air terjun Lutung ini sudah ada sejak jaman dahulu, dan juga merupakan pusat kegiatan dalam pemenuhan kebutuhan masyarkat desa long peso.

” Saya mengajak kepada masyarakat Bulungan khususnya bagi warga desa Peso, untuk terus menjaga dan merawat air terjun Lutung ini agar tetap abadi dan lestari bagi anak cucu kita kedepan,” tutur Syarwani.

Pada areal air terjun Lutung ini juga, telah di tetapkan sebagai hutan desa, dengan luas sekitar 4.164 Hektare melaui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, No : SK.7509/MENLHK-PSKL/PKPS/PSL.0/9/2022. Untuk menuju ekowisata air terjun Lutung dapat dilakukan melalui transportasi darat dan sungai, dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dari pusat Kabupaten Bulungan.

” Mari kita menikmati alam ini bersama-sama, menikmati keindahan alam, sembari melestarikan alam, di ekowisata air terjun Lutung ini, sehingga menjadikan liburan yang sangat bermanfaat,” tuntas Syarwani. (R9**).

Related posts