Pedagang PK5 : Tempat Penjuan Tidak Ada Pemberitahuan

TARAKAN, Realitas9.Com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tarakan melakukan penertiban sarana prasarana milik Pedagang Kali Lima (PK5) yang ditinggalkan. pada Senin (8/5/2023) pukul 14.20 Wita, personil Satpol PP berjumlah 28 orang sedang membongkar sejumlah fasilitas milik PK5 di sejumlah titik. Seperti depan lapangan tenis indoor, dan sepanjang Jalan Yos Sudarso.

Hal itu dianggap menganggu keindahan kota, Tidak ada perlawanan dari pemilik lapak tersebut. Sementara, sejumlah PK5 tampak pasrah ketika barang miliknya di angkut petugas. Selain itu, personil Satpol PP melakukan imbauan ke pedagang agar memperhatikan jualannya.

Kepala Seksi (Kasi) Operasi (Ops), Marzuki menegaskan. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin guna memberi atensi ke PK5 di Tarakan agar mengindahkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2002 tentang Ketertiban, Keindahan dan Kebersihan Kota Tarakan.

Marzuki menuturkan, saat penertiban PK5 tidak protes. Sosialisasi tidak diperlukan karena Perda yang mengatur sudah ada sejak tahun 2002.“Sarana dan prasarana yang ditinggal di pinggir jalan, dianggap sampah dan harus ditertibkan,” ucap Marzuki.

Lebih jauh, PK5 berhak mengklaim fasilitas dagang yang telah ditertibkan dengan ketentuan yang berlaku. Setidaknya, terdapat 5 meja dan sejumlah terpal yang telah diamankan oleh pihaknya.

“Jika sesuai dengan data dan dokumentasi, maka sarana berjualan PK5 dapat kembali. namun, jika tidak ada yang ke kantor sampai waktu yang ditentukan, maka akan barang tersebut akan dimusnahkan,” bebernya.

Dalam menjalankan penertiban, Satpol PP mengedepankan langkah persuasif dengan melakukan dialog ke PK5 sebelum melakukan penindakan. Penertiban tersebut memperoleh tanggapan dari sejumlah pedagang. Yopi (49), pedagang buah mengaku jika Satpol PP belum melakukan pemberitahuan, ia hanya dihimbau agar dagangannya tidak sampai ke bahu jalan. “Kalau pemerintah atur ya ikuti,” pungkasnya.

Sementara Muslifa, pedagang buah, menyatakan dirinya juga belum menerima pemberitahuan sebelum adanya penindakan. “Meja akan saya ambil. Saya pun tidak meninggalkan fasilitas dagang, hanya masih menunggu konfirmasi dari pemborong buah,” tutupnya.(R9*).

Related posts