Kerajinan Batik Kaltara Bakal Dipamerkan ke Istana

TANJUNG SELOR, realitas9.com – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Hj. Rachmawati Zainal Paliwang, S.H., diwakili Ketua Harian, Hj. Arsanah Suriansyah bersama Ketua Dekranasda Bulungan, Sri Nurhandayani Syarwani menyambut kedatangan Ketua Bidang Usaha Wira Usaha Baru Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Endang Budi Karya Sumadi di Bandara Tanjung Harapan, Jumat (19/8).

Kedatangan istri orang nomor satu di Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (RI) ini untuk melihat langsung potensi kerajinan daerah Kaltara.

“Luarbiasa sekali, begitu mendarat di Tanjung Selor kami diajak menuju Dekranasda. Di sini memang sarat dengan budaya, bukan main bagus sekali, di sini ada batik Bultiya yang harus memasukan unsur dari tiga suku yaitu Bulungan, Tidung, Dayak itu luar biasa,” ucapnya.

Dirinya juga mengungkapkan takjub dengan batik yang menunjukan kearifan lokal termasuk hasil sumberdaya alam di Kaltara.

Ia juga telah membeli beberapa kerajinan untuk dibawa kembali ke Jakarta dan akan ditunjukan kepada Ibu Negara, Iriana Jokowi. “Batik, tas masih sedikit karena hanya dua tempat, tapi sudah cukup untuk dibawa sebagai oleh-oleh. Iya InsyaAllah akan saya tunjukkan ke Ibu Negara,” jelasnya.

Ia juga memuji keindahan alam Kaltara yang masih asri hijau dengan lukukan sungai yang nampak dari pesawat. “Nanti datang lagi semoga bisa bermalam di sini, supaya bisa melihat lebih luas,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Industri, Perdagangan dan Koperasi, Kaltara, Hasriyani menyambut baik usul SMK (jurusan) kriya oleh Endang Budi Karya.

“Bagus untuk pengembangan potensi yang ada, dan connect dengan dekranasda. Artinya sedini mungkin potensi yang ada, kita dikembangkan,”katanya.

Tidak menutup kemungkinan dirinya akan segera melakukan komunikasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltara untuk membuka jurusan tersebut dengan mempersiapkan tenaga yang berkompeten.

“Jika menjadi sebuah jurusan, yang memberikan edukasi juga harus orang yang bisa mentransfer pengetahuannya untuk meningkatkan nilai tambah bagi daerah. Serta membuka peluang usaha baru dari limbah dan barang yang tidak bernilai,” tuntasnya. (dkisp)

Related posts