Distribusi Sembako Dilakukan via Udara

NUNUKAN, realitas9.com – Bencana tanah longsor yang terjadi di Krayan Selatan membuat akses darat dari Krayan terputus. Kondisi ini membuat stok sembilan bahan pokok (Sembako) di Krayan Selatan menipis.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan Arief Budiman menyampaikan, situasi di Krayan Selatan pasca tanah longsor terjadi membuat stok sembako di Krayan Selatan mulai menipis. Sebab, selama ini stok sembako dipasok dari Krayan.

Sementara untuk akses darat menuju Krayan Selatan tidak ada pasca tanah longsor yang membuat jalan penghubung antar kecamatan putus total. Saat ini kebutuhan yang dipasok seperti makanan siap saji, gula, minyak makan, kopi, teh, paket makanan bayi, susu bayi, kecap, garam, susu kaleng.

Karena kondisi ini, langkah cepat dilakukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Krayan Selatan. Dimana, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, distribusi sembako akan dilakukan.

“Hari ini kita lakukan distribusi sembako langsung ke Krayan Selatan. Rencananya, sekitar 3,8 ton kebutuhan akan didistribusikan menggunakan pesawat,” ucap Arief Budiman.

Dijelaskan, 3,8 ton sembako yang akan didistribusikan akan dilakukan secara bertahap. Sebab, untuk angkutan ke Krayan Selatan terbatas. Dan 3,8 ton sembako yang didistribusikan untuk keperluan hingga 10 hari ke depan.

“Karena itu tadi, armada ke Krayan Selatan itu terbatas. Jadi direncanakan setiap penerbangan sembako yang akan diangkut sekita 700 kilogram. Dan sehari dilakukan 2 kali pengiriman,” sebutnya.

Lebih lanjut disampaikan, berdasarkan informasi yang diterima, curah hujan tinggi masih terjadi di wilayah Krayan. Sehingga, kondisi ini bisa menghambat proses distribusi sembako menuju Krayan Selatan.

Sehingga, pihaknya berencana mendistribusikan sembako dari Malinau menuju Krayan. Dengan pertimbangan kondisi cuaca dan jarak tempuh dari Malinau menuju Krayan Selatan lebih singkat.

“Dua langkah yang kita lakukan. Pertama pengiriman dari Nunukan. Kemudian dari Malinau. Sebab, armada pesawat stay di Malinau. Jika dari Nunukan dan cuaca buruk artinya tidak bisa terbang. Dan ini harus dibayarkan karena hitungan carter.

Kalau dari Malinau ke Krayan waktu tempuh sekitar 30 menit. Jika cuaca buruk dan tidak terbang tidak dihitung karena pesawat memang ada di Malinau. Jika dari Nunukan, pesawat harus terbang dari Malinau ke Nunukan baru ke Krayan Selatan,” pungkasnya. (red-9)

Related posts