Bupati Bulungan Syarwani Membahas Pengendalian Inflasi

TANJUNG SELOR, realitas9.com – Pengendalian angka inflasi Bulungan masih perlu perhatian serius. Pasalnya setelah beberapa waktu lalu angkanya cukup tinggi, saat ini angkanya juga masih relatif tinggi.

Diketahui kebijakan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi sangat berdampak terhadap angka inflasi khususnya di Tanjung Selor. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Bulungan, pada bulan September terjadi inflasi sebesar 1,32 persen.

Bupati Bulungan Syarwani menyampaikan, angka inflasi yang masih tinggi kembali menjadi evaluasi pihaknya. Salah satu yang harus dilakukan adalah pemenuhan komoditas pangan di daerah. 

Terkait itu, pertemuan bersama Mendagri secara virtual, Senin (24/10). Di mana, Bulungan juga diberi rekomendasi terkait langkah yang harus diambil untuk pengendalian inflasi daerah. 

“Salah satu rekomendasi yang disampaikan Mendagri untuk menekan angka inflasi. Melaksanakan operasi pasar dan memastikan alur distribusi barang ke daerah berjalan dengan baik. Kita di daerah juga diminta untuk mengalokasikan anggaran sebesar 2 persen untuk menekan laju inflasi,” ujarnya.

Kepala BPS Bulungan Yuda Agus Irianto memaparkan, saat ini angka inflasi di Tanjung Selor tercatat sebesar 1,32 persen pada September.

Kemudian, inflasi tahun kalender (Januari-September) sebesar 7,16 persen dan inflasi tahun ke tahun sebesar 8,43 persen.

Menurutnya, ada beberapa yang memengaruhi angka inflas di Tanjung Selor pada bulan September. Salah satunya, harga BBM  daging ayam, beras dan angkutan sungai.

“Artinya, adanya penyesuaian harga BBM ini turut andil terhadap angka inflasi pada beberapa komoditas di Tanjung Selor. Jasa angkutan naik. Otomatis berimbas pada harga beberapa komoditas,” imbuhnya.

Hal tersebut sangat berpengaruh, apalagi tak dipungkiri beberapa komoditas saat ini masih didatangkan dari luar daerah. Misalnya, daging ayam yang didatangkan dari Berau. Meskipun di lapangan, untuk komoditas cabai, bawang merah dan minyak goreng sudah ada penurunan harga.

Informasi dihimpun, secara nasional, angka inflasi di Tanjung Selor berada di urutan ke-22, sementara di regional Kalimantan berada di urutan ke-6. Kemudian secara nasional, angka inflasi tahun kalender masih berada di urutan ke-3. 

“Tetapi, untuk wilayah kalimantan Tanjung Selor berapa pada urutan ke-2. Artinya, angka inflasi di Tanjung Selor masih tinggi. Walaupun, sebelumnya, Tanjung Selor sempat mengalami deflasi pada Agustus lalu. Setelah itu, angka inflasi kembali meningkat. Stok pangan di Kabupaten Bulungan masih aman,” pungkasnya. (adv*)

Related posts